stickersiam.com

  Mengenal mesin bubut dan peralatannya

, Screen Shot 2018 10 28 At 11.45.42 PM:
, Screen Shot 2018 10 28 At 11.44.36 PM: , Screen Shot 2018 10 28 At 11.45.14 PM: , Screen Shot 2018 10 28 At 11.45.49 PM: , Screen Shot 2018 10 28 At 11.45.31 PM: , Screen Shot 2018 10 28 At 11.45.00 PM: , Screen Shot 2018 10 28 At 11.45.23 PM: , Screen Shot 2018 10 28 At 11.45.58 PM:

 

  Bagian-bagian utama mesin bubut

Bagian-bagian utama mesin bubut

Gambar 3. Bagian-bagian utama mesin bubut

a. Kepala tetap (head stock)

Kepala tetap adalah bagian utama mesin bubut yang berfungsi untuk menyangga poros

utama yang merupakan penggerak spindel utama. Bagian ini terletak di sisi sebelah kiri mesin…

Pada spindel utama dipasang cekam yang berfungsi untuk menjepit benda kerja yang sedang

dikerjakan. Selain itu, pada kepala tetap ini adalah bagian yang berfungsi sebagai dudukan motor

penggerak dan susunan roda gigi transmisi yang digunakan untuk mengatur kecepatan putaran

benda kerja sesuai keperluan. Pengaturan kecepatan putaran dapat dilakukan dengan

menggunakan handle yang tersedia. Pengaturan untuk pembubutan ulir juga dapat diatur pada

handle yang tersedia pada bagian kepala tetap ini…

b. Kepala lepas (tail stock)

Kepala lepas merupakan center kedua pada mesin bubut terletak di sebelah kanan dan

dapat digeser sepanjang meja/alas mesin. Kepala lepas ini memiliki tinggi center yang sama

dengan center kepala tetap. Bagian ini berfungsi untuk tempat pemasangan center kepala lepas

yang digunakan sebagai penumpu ujung benda kerja, selain itu dapat digunakan sebagai

dudukan penjepit mata bor pada saat melakukan pengeboran. Selain digeser sepanjang alas

atau meja mesin, kepala lepas juga dapat digeser dalam arah melintang, yaitu pada saat proses

pembubutan benda kerja dengan bentuk konis/tirus…

c. Alas mesin (bed)

Bagian ini merupakan bagian yang berfungsi sebagai lintasan dan penyangga eretan

(support) dan kepala lepas. Selama proses pembubutan berlangsung pergerakan eretan maupun

kepala lepas akan melintas di atas meja/alas tersebut. Untuk memperoleh akurasi dan kelurusan

hasil pembubutan, salah satu hal yang dapat dilakukan adalah membuat meja/alas ini agar

memiliki permukaan yang rata, halus dan lurus. Meja mesin ini merupakan salah satu bagian

yang perlu mendapat perhatian lebih dalam perawatannya. Selalu dijaga pelumasannya agar

terhindar dari karat sehingga pergerakan eretan maupun kepala lepas dapat meluncur baik…

d. Eretan (Carriage/ Support)

Eretan berfungsi sebagai dudukan sekaligus penghantar alat potong/pahat agar dapat

bergerak sepanjang alas mesin baik bergerak dalam arah membujur maupun melintang. Kondisi

eretan ini mempengaruhi kualitas hasil pemotongan oleh pahat maupun akurasi ukuran benda

kerja. Akurasi ukuran hasil pembubutan dapat diperoleh dengan menggunakan skala nonius yang

terdapat pada setiap eretan. Eretan ini terdiri dari tiga jenis, yaitu:

 Eretan bawah yang berjalan membujur sepanjang alas mesin,

 Eretan lintang yang bergerak tegak lurus terhadap alas mesin, dan

 Eretan atas yang digunakan untuk menjepit pahat bubut, dan dapat diputar ke kanan

atau kekiri sesuai dengan sudut yang dikehendaki, saat mengerjakan benda tirus…

  Peralatan bantu pemegang proses pembubutan

Radius turner toolpost

  Pengoperasian mesin bubut yang benar dan aman

Penggunaan mesin bubut harus dilakukan dengan prosedur yang benar agar dapar

diperoleh hasil benda kerja sesuai gambar kerja dan proses pekerjaan berjalan aman dan

selamat. Berikut ini beberapa langkah yang perlu Anda ketahui dan harus diperhatikan, yaitu:

 Menyiapkan terlebih dahulu semua peralatan dan perlengkapan pendukung yang akan

digunakan selama proses pembubutan…

 Memeriksa secara umum kondisi mesin bubut yang akan digunakan (silahkan perhatikan

kembali materi perawatan mesin bubut)

 Menghidupkan mesin bubut dan mencoba terlebih dahulu putaran spindlenya…

 Memasang pahat dan mengatur supaya ujung sisi sayat pahat setinggi senter kepala lepas…

 Memasang benda kerja pada cekam yang tersedia dan memastikannya berputar sentris…

 Memasang senter putar pada kepala lepas (apabila diperlukan)

 Mengatur putaran benda kerja sesuai dengan perhitungan pada parameter pembubutan

(selengkapnya dapat Anda baca pada bagian parameter pemotongan)…

 Mendekatkan ujung sayat pahat ke ujung benda kerja dan mengatur posisi nol pada skala

nonius eretan yang akan digunakan…

 Melakukan penyayatan dengan kedalaman pemotongan sesuai dengan parameter

pembubutan yang benar…

 Memberikan cairan pendingin apabila diperlukan agar tidak terjadi over heat pada pahat

maupun benda kerja…

 Setelah proses penyayatan selesai, maka posisi pahat diatur terhadap benda kerja pada jarak

yang aman, kemudian mematikan putaran spindlenya…

 Melakukan proses pengukuran terhadap benda kerja tersebut…

 Apabila proses pembubutan sudah selesai dilakukan, maka lakukan perawatan berkala…

  Alat potong/pahat yang digunakan pada mesin bubut

, Screen Shot 2018 10 29 At 12.08.46 AM:
, Screen Shot 2018 10 29 At 12.08.30 AM: , Screen Shot 2018 10 29 At 12.08.01 AM: , Screen Shot 2018 10 29 At 12.08.23 AM: , Screen Shot 2018 10 29 At 12.08.17 AM: , Screen Shot 2018 10 29 At 12.07.53 AM: , Screen Shot 2018 10 29 At 12.08.09 AM: , Screen Shot 2018 10 29 At 12.08.39 AM:

Alat potong yang digunakan pada proses pembubutan ada beberapa macam, yaitu: pahat

bubut, bor senter, mata bor, kontersing, konterbor, rimer mesin, dan kartel. Berikut ini diuraikan

secara singkat untuk masing-masing jenis alat potong tersebut, penjelasan lebih detail dapat

Anda baca kembali pada modul pembelajaran mapel Teknik Pemesinan Bubut…

a. Pahat bubut

Pahat bubut merupakan salah satu alat potong yang paling banyak digunakan pada proses

pembubutan menggunakan mesin bubut. Pahat bubut sendiri memiliki berbagai macam jenis

sesuai dengan pengerjaan benda kerja yang sedang dilakukan. Sebagai contoh misalnya

pekerjaan pembubutan permukaan/facing, rata, bertingkat, alur, champer, tirus, memperbesar

lubang, ulir dan memotong. Berikut ini akan diuraikan berbagai jenis pahat bubut berdasarkan

klasifikasi penggunaan dan fungsinya dalam proses pembubutan. Sedangkan untuk memilih jenis

pahat bubut yang sesuai dengan jenis pekerjaan, antara lain:

 Jenis pahat bubut berdasarkan posisi penyayatan

Apabila dilihat berdasarkan posisi penyayatan pada proses pembubutan, maka pahat bubut

dapat diklasifikasi menjadi 2 yaitu: pahat bubut luar dan pahat bubut dalam. Pahat bubut luar

adalah jenis pahat bubut yang digunakan pada proses pembubutan pada bagian diameter

luar benda kerja. Sebagai contoh misalnya: proses facing, bubut rata bertingkat diameter luar,

pembubutan ulir luar (baut)…

Pahat bubut dalam adalah jenis pahat bubut yang digunakan pada proses pembubutan pada

bagian diameter dalam benda kerja. Sebagai contoh misalnya: pembubutan rata bertingkat

diameter dalam, pembubutan ulir dalam (mur)…

 Jenis pahat bubut berdasarkan keperluan pekerjaan

Apabila dilihat berdasarkan keperluan pekerjaan pada urutan proses pembubutan, maka

pahat bubut dapat diklasifikasi menjadi 2 yaitu: pahat bubut untuk keperluan roughing

(pengasaran) dan pahat bubut finishing (penyelesaian). Pahat bubut roughing adalah jenis

pahat bubut yang digunakan pada proses pembubutan untuk pengerjaan kasar. Pengerjaan

kasar yang dimaksud adalah apabila pahat harus melakukan penyayatan terhadap benda

kerja dalam waktu yang sesingkat mungkin dan hasil permukaan sayatan masih diabaikan…

Pahat bubut roughing sebaiknya konstruksinya dibuat kuat agar mampu melakukan

penyayatan dengan ketebalan maksimal…

Pahat bubut finishing digunakan pada proses pembubutan untuk pengerjaan halus…

Pengerjaan halus biasanya dilakukan pada langkah penyelesaian dimana kualitas permukaan

benda kerja dan ukuran menjadi prioritas utama. Sudut dan geometri pahat bubut finishing

harus dibuat sedemikian rupa agar dapat memperoleh permukaan benda kerja yang optimal…

 Jenis pahat bubut berdasarkan letak sisi potongnya

Apabila dilihat berdasarkan letak sisi potongnya, maka pahat bubut dapat diklasifikasi menjadi

2 yaitu: pahat bubut kanan dan pahat bubut kiri. Pahat bubut kanan adalah jenis pahat bubut

yang mempunyai mata potong dimana sisi potongnya menghadap ke kanan apabila pahat

mata potongnya dihadapkan ke arah kita. Penggunaan pahat bubut kanan adalah untuk

mengerjakan benda kerja dari arah kanan ke kiri, atau menuju ke arah kepala tetap/cekam…

  Peralatan Bantu Pendukung Benda Kerja pada mesin bubut

Jenis-jenis collet dan posisi pemasangannya

Gambar 10. Jenis-jenis collet dan posisi pemasangannya

Collet

Collet merupakan kelengkapan mesin bubut yang digunakan untuk menjepit/mencekam

benda kerja yang sudah memiliki permukaan yang halus dan ukuran diameter yang kecil. Collet

biasanya digunakan untuk benda kerja yang memerlukan pengerjaan dengan tingkat ketelitian

yang cukup tinggi. Collet memiliki kontruksi berbentuk silinder dengan kepala yang dibuat tirus

dan ukuran badan collet yang lebih ramping yang memiliki alur-alur atau belahan pada sepanjang

kepala dan sebagian badannya. Selain itu pada bagain ujung collet terdapat ulir. Bentuk lubang

pencekam pada collet ada yang berbentuk bulat segi empat maupun segi enam. Collet juga

memiliki jenis ukuran yang berbeda-beda sesuai fungsi penggunaannya, dimana ukuran diameter

benda kerja yang dapat dijepit oleh collet tersebut dapat dilihat pada bagian muka collet…

Penggunaan collet pada mesin bubut standar, dipasang pada spindel kepala tetap dan masih

memerlukan dudukan/rumah kolet (collet adapter) dan batang penarik (drawbar), perhatikan

Gambar 10…

Penyangga

Penyangga atau sering disebut kacamata merupakan perlengkapan mesin bubut yang

digunakan untuk menahan benda kerja yang memilki ukuran cukup panjang. Hal ini dikarenakan

benda kerja yang panjang apabila tidak didukung menggunakan alat penyangga, maka sewaktu

dilakukan proses penyayatan dimungkinkan benda kerja akan bergetar atau bahkan melentur

sehingga bentuk diameter akan menjadi elips/oval, tidak silindris dan tidak rata. Sangat

disarankan untuk pengerjaan benda kerja yang panjang atau dimungkinkan terjadi lenturan maka

sebaiknya menggunakan penyangga…

Ada dua jenis penyangga yang dapat digunakan, yaitu penyangga tetap (steady rest) dan

penyangga jalan (follower rest). Penyangga tetap dipasang pada alas/meja mesin dengan

menggunakan baut pada posisi yang dikehendaki, sehingga kedudukannya dalam keadaan tetap

tidak mengikuti gerakan eretan. Penyangga tetap memiliki 3 buah batang penjepit dengan bagian

ujung berbentuk agak lancip dan dapat digerakkan maju atau mundur dengan memutar baut

pengaturnya, sehingga batang-batang penjepit tersebut mendukung benda kerja…

Categories

Recent Posts

Monthly Archives

Recent Gallery

About Us

Article Index : A B C D E F G H I J K L M N O P Q R S T U V W X Y Z0 1 2 3 4 5 6 7 8 9
Gallery Index : A B C D E F G H I J K L M N O P Q R S T U V W X Y Z0 1 2 3 4 5 6 7 8 9

© 2005-2018 stickersiam.com. Reproduction without explicit permission is prohibited. All Rights Reserved. theme by docslide.